Tetelo: Penyakit Lama, Ancaman Nyata yang Terus Diabaikan

- Redaksi

Minggu, 4 Januari 2026 - 09:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cikarang – jmpdnews.com
Penyakit tetelo atau Newcastle Disease (ND) bukanlah wabah baru dalam dunia peternakan unggas. Ia telah dikenal puluhan tahun, namun ironisnya hingga kini masih menjadi momok paling menakutkan bagi peternak, khususnya peternak kecil dan rakyat. Setiap kali tetelo muncul, cerita yang sama selalu terulang: ayam mati massal, kerugian membengkak, dan peternak kembali menanggung beban sendirian.

Masalahnya bukan semata pada virus yang mematikan, melainkan pada sistem pencegahan yang rapuh. Tetelo adalah penyakit yang secara ilmiah sudah jelas: sangat menular, tidak dapat disembuhkan, dan hanya bisa dicegah melalui vaksinasi serta biosekuriti yang disiplin. Namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa pengetahuan ini sering berhenti di atas kertas. Banyak kandang rakyat masih abai terhadap jadwal vaksin, sanitasi, dan kontrol lalu lintas orang maupun peralatan.

Baca Juga :  Eksekusi di Desa Setia Mekar Tidak Sah Di Mata Menteri ATR

Lebih memprihatinkan, masih ada anggapan keliru bahwa tetelo bisa “diobati” dengan antibiotik. Padahal, langkah tersebut bukan hanya keliru, tetapi juga menyesatkan. Antibiotik tidak membunuh virus, sementara keterlambatan isolasi justru mempercepat penyebaran penyakit. Ketika ayam mulai lumpuh dan leher terpuntir, sesungguhnya itu adalah tanda bahwa wabah sudah terlambat dicegah.

Di sisi lain, negara dan pemerintah daerah belum sepenuhnya hadir secara nyata. Sosialisasi sering bersifat seremonial, tanpa pendampingan berkelanjutan. Peternak kecil dibiarkan berhadapan langsung dengan risiko, sementara kerugian akibat kematian ayam tidak pernah masuk dalam skema perlindungan usaha yang memadai. Tetelo akhirnya menjadi penyakit biologis sekaligus penyakit struktural: lahir dari lemahnya sistem perlindungan peternakan rakyat.

Baca Juga :  Program Bersih-bersih Masjid Yayasan Erick Thohir di DKM Masjid Jami Darussalam

Opini publik perlu diarahkan ulang. Tetelo bukan sekadar musibah alam yang datang tiba-tiba, melainkan cermin dari kelalaian kolektif—baik peternak, penyuluh, maupun pembuat kebijakan. Tanpa komitmen serius pada vaksinasi massal, pengawasan lalu lintas unggas, dan edukasi berkelanjutan, wabah ini akan terus berulang, merugikan ekonomi rakyat, dan memperlebar ketimpangan di sektor peternakan.

Sudah saatnya tetelo tidak lagi diperlakukan sebagai takdir, melainkan sebagai peringatan keras. Jika penyakit lama ini terus diabaikan, maka yang sebenarnya sakit bukan hanya ayam, tetapi sistem peternakan kita secara keseluruhan.

Penulis : redaksi

Editor : Arjuna

Sumber Berita : dari berbagai sumber

Berita Terkait

Untuk Korban, Thailand 1 M, Indonesia Cuma 15 Juta ! Ko Bisa
Ketika Data Tidak Bicara Sama, Saatnya Penyaluran Bansos Mengutamakan Fakta Lapangan
Centrum As Syauqiyah Pusat Silaturahmi Pasgong Akan Gelar Tangkap Ikan Gratis Dalam Rangka Memperingati HUT RI Ke 80.
Baznas Kab Bekasi makin Cepat tanggap (action) dan bermanfaat bagi masyarakat dengan berbagai program Unggulan
Nelayan Muara Gembong : Lambatnya Claim BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kab.Bekasi
Tulisan Tangan : Jiwa yang Dihilangkan oleh Elektronik
Eksekusi di Desa Setia Mekar Tidak Sah Di Mata Menteri ATR
Kabupaten Bekasi dalam Angka tahun 2024
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Januari 2026 - 09:42 WIB

Tetelo: Penyakit Lama, Ancaman Nyata yang Terus Diabaikan

Kamis, 11 Desember 2025 - 06:36 WIB

Untuk Korban, Thailand 1 M, Indonesia Cuma 15 Juta ! Ko Bisa

Selasa, 2 Desember 2025 - 08:28 WIB

Ketika Data Tidak Bicara Sama, Saatnya Penyaluran Bansos Mengutamakan Fakta Lapangan

Selasa, 5 Agustus 2025 - 17:17 WIB

Centrum As Syauqiyah Pusat Silaturahmi Pasgong Akan Gelar Tangkap Ikan Gratis Dalam Rangka Memperingati HUT RI Ke 80.

Kamis, 20 Maret 2025 - 08:49 WIB

Baznas Kab Bekasi makin Cepat tanggap (action) dan bermanfaat bagi masyarakat dengan berbagai program Unggulan

Sabtu, 22 Februari 2025 - 15:46 WIB

Nelayan Muara Gembong : Lambatnya Claim BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kab.Bekasi

Kamis, 13 Februari 2025 - 08:25 WIB

Tulisan Tangan : Jiwa yang Dihilangkan oleh Elektronik

Jumat, 7 Februari 2025 - 16:00 WIB

Eksekusi di Desa Setia Mekar Tidak Sah Di Mata Menteri ATR

Berita Terbaru

Media

AMKI Jakarta Kolaborasi Dengan Smesco Siap Dukung UMKM

Selasa, 27 Jan 2026 - 20:34 WIB

Hukum & Politik

Saat Pejabat Bebas Ganti Nomor, Negara Batasi Hak Komunikasi Warga

Selasa, 27 Jan 2026 - 18:08 WIB

Hukum & Politik

Rekayasa Kasus: KUHP Baru Ancam APH Hingga 12 Tahun Penjara

Minggu, 25 Jan 2026 - 08:54 WIB