Bekasi – jmpdnews.com
Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi melakukan inspeksi mendadak (sidak) serta memanggil para pengusaha di sentra industri manufaktur logam Binong harus dimaknai sebagai langkah serius dalam penegakan fungsi pengawasan, bukan sekadar agenda formalitas tanpa arah penyelesaian.
Langkah sidak dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) sejatinya merupakan instrumen konstitusional DPRD dalam memastikan kepatuhan pelaku usaha terhadap regulasi, mulai dari aspek perizinan, lingkungan, hingga kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun, dalam praktiknya, kegiatan tersebut kerap berhenti pada tahap pemanggilan dan klarifikasi, tanpa diikuti solusi konkret yang dirasakan masyarakat maupun pemerintah daerah.
Fakta di lapangan menunjukkan, dorongan masyarakat terhadap DPRD untuk bertindak tegas bukan tanpa alasan. Sejumlah kasus sebelumnya bahkan memperlihatkan desakan warga agar Komisi III segera melakukan sidak terhadap dugaan pelanggaran perizinan usaha di wilayah Kabupaten Bekasi.
Di sisi lain, DPRD sendiri telah memiliki rekam jejak melakukan sidak sebagai bentuk pengawasan, termasuk dalam sektor perdagangan untuk menjaga stabilitas dan kepatuhan pelaku usaha. Namun, pengawasan yang efektif tidak cukup hanya dengan inspeksi, melainkan harus diikuti dengan rekomendasi yang tegas dan implementatif.
Oleh karena itu, rencana pemanggilan pengusaha di kawasan industri logam Binong harus menghasilkan beberapa langkah strategis, di antaranya:
Penertiban perizinan usaha yang tidak sesuai ketentuan
Penegakan sanksi administratif hingga pidana bagi pelanggar
Perbaikan tata kelola kawasan industri
Kepastian kontribusi sektor industri terhadap PAD
Perlindungan terhadap masyarakat sekitar dari dampak lingkungan
Tanpa adanya output kebijakan yang jelas, sidak dan RDP hanya akan menjadi rutinitas birokrasi yang tidak menyentuh akar persoalan. DPRD sebagai representasi rakyat dituntut untuk menghadirkan solusi nyata, bukan sekadar wacana.
Dengan demikian, publik kini menunggu apakah langkah Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi akan benar-benar menjadi momentum pembenahan sektor industri, atau kembali berakhir sebagai agenda seremonial tanpa dampak signifikan.
Penulis : Redaksi
Editor : Arjuna
Sumber Berita : dari berbagai sumber









