RSUD Cabangbungin Setor PAD Rp.9.8M tahun 2024 Bukti Pretasi yang nyata

- Redaksi

Rabu, 6 Agustus 2025 - 18:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cabangbungin – jmpdnews.com –  Inovasi Rusa Berlian (Rumah Sakit Berorientasi Pelayanan) yang diiniasi oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cabangbungin kembali mengukir prestasi gemilang dengan berhasil meraih top 5 kategori inovasi daerah kabupaten pada ajang Kompetisi Inovasi Jawa Barat (KIJB) Tahun 2024.

Direktur RSUD Cabangbungin, dr. Erni Herdiani mengatakan, program Inovasi Rusa Berlian membuka akses pelayanan kesehatan terhadap masyarakat secara luas dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bekasi, khususnya wilayah Utara Bekasi. Inovasi Rusa Berlian secara langsung memberikan dampak yang signifikan pada kinerja rumah sakit serta secara tidak langsung berpengaruh pada program kesehatan Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Dengan memiliki visi misi menjadi Rumah Sakit harapan masyarakat berstandar nasional, tambahnya, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, pelayanan medis dan penunjang medis serta mutu layanan karena senyum para pasien merupakan kebahagiaan utama bagi RSUD Cabangbungin.

Seiring perkembangan dari waktu ke waktu, sambungnya, RSUD Cabangbungin terus berkomitmen mendorong peningkatan transformasi pelayanan di bidang kesehatan melalui beragam inovasi lainnya yang terintegrasi dalam inovasi Rusa Berlian. Sehingga diharapkan mampu memberikan solusi bagi problem-problem kesehatan kepada masyarakat.

Baca Juga :  Urgensi Revisi UU ASN PPPK Jadi Korban

Melalui prestasi gemilang ini, ia mengapresiasi kolaborasi dari berbagai lintas sektor terutama bagi kinerja seluruh jajaran maupun tim RSUD Cabangbungin yang tak lepas dari kerjasama dan kekompakan satu sama lain.

“Sebuah organisasi tidak akan berhasil bila tidak didukung oleh kerjasama tim yang baik. Tim RSUD Cabangbungin adalah berlian-berlian yang luar biasa, sehingga saya sebagai Direktur RSUD tidak memerlukan waktu lama untuk memprosesnya menjadi sebuah perhiasan yang membanggakan Kabupaten Bekasi,” ungkapnya.Lebih lanjut, katanya, RSUD Cabangbungin terus mendorong perkembangan Inovasi Rusa Berlian melalui milestones dengan blue print sampai 5 tahun ke depan.

“Inovasi ini terus berkembang setiap tahun, minimal lahir 3 inovasi baru dengan dampak bisa meningkatkan Indeks Kepuasan Masyarakat, Indeks Reformasi Birokrasi dan bisa meraih WBK dan WBBM serta dapat semakin memenuhi kebutuhan masyarakat akan layanan rujukan,.dan Insya Allah bulan September tahun 2025 ini mau buka Hemodialisa (Cuci Darah) buat warga wilayah utara. agar lebih dekat ” terangnya

Baca Juga :  Dilematika Bank Emok Di Antara Izin dan Kebutuhan Masyarakat

Peningkatan PAD

Selain itu untuk Inovasi Rusa Berlian telah membawa dampak luar biasa terhadap peningkatan pendapatan daerah. Jika dibandingkan, pendapatan pada tahun 2022 hanya sebesar Rp 1.141.041.842. Namun, setelah implementasi Rusa Berlian, terjadi lonjakan pendapatan yang sangat signifikan.

Pada tahun 2023, grafik menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten dari bulan ke bulan. Puncaknya, di tahun 2024, pendapatan melonjak drastis hingga mencapai Rp 9.858.895.492.

Artinya, terjadi peningkatan pendapatan hingga 9 kali lipat dibandingkan tahun 2022. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa digitalisasi pelayanan dan inovasi berbasis teknologi mampu mengoptimalkan potensi daerah serta meningkatkan efektivitas pengelolaan pendapatan.

Inovasi bukan sekadar perubahan, melainkan langkah strategis menuju tata kelola yang lebih baik dan berkelanjutan.

 

 

Penulis : Redaksi

Editor : Arjuna

Sumber Berita : dari berbagai sumber

Berita Terkait

Urgensi Revisi UU ASN PPPK Jadi Korban
Pemkab Bekasi Genjot PAD dari Sektor Limbah Logam Industri
Sekertaris JMPD Kabupaten Bekasi Soroti Keras Obat Kadaluarsa Rp800 Juta di UPTD Kesehatan Kabupaten Bekasi
Pernyataan Ketua DPRD Bekasi Sekadar “Lempar Bola” ke Pusat
APBD tahun 2026 Depisit Rp.298.17 M Tapi Tetap Aman
Bapak Aing Tantang Menkeu Buktikan Dana Rp 4,17 Triliun Mengendap di Bank
GRPPH-RI Desak Revisi Perbup No. 11/2024, Siap Tempuh Jalur Hukum
Bekasi, Kota Industri yang Kehilangan Potensi PAD dari Limbah Industri
Berita ini 85 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 09:48 WIB

Urgensi Revisi UU ASN PPPK Jadi Korban

Sabtu, 29 November 2025 - 19:45 WIB

Pemkab Bekasi Genjot PAD dari Sektor Limbah Logam Industri

Sabtu, 22 November 2025 - 14:55 WIB

Sekertaris JMPD Kabupaten Bekasi Soroti Keras Obat Kadaluarsa Rp800 Juta di UPTD Kesehatan Kabupaten Bekasi

Kamis, 20 November 2025 - 07:33 WIB

Pernyataan Ketua DPRD Bekasi Sekadar “Lempar Bola” ke Pusat

Rabu, 19 November 2025 - 06:12 WIB

APBD tahun 2026 Depisit Rp.298.17 M Tapi Tetap Aman

Rabu, 22 Oktober 2025 - 08:11 WIB

Bapak Aing Tantang Menkeu Buktikan Dana Rp 4,17 Triliun Mengendap di Bank

Rabu, 17 September 2025 - 07:28 WIB

GRPPH-RI Desak Revisi Perbup No. 11/2024, Siap Tempuh Jalur Hukum

Rabu, 27 Agustus 2025 - 14:57 WIB

Bekasi, Kota Industri yang Kehilangan Potensi PAD dari Limbah Industri

Berita Terbaru

Hukum & Politik

Sniper : Waspadai Narasi Miring yang Melemahkan Plt. Bupati Bekasi

Rabu, 18 Mar 2026 - 10:51 WIB

Keuangan

Urgensi Revisi UU ASN PPPK Jadi Korban

Senin, 16 Mar 2026 - 09:48 WIB