Jakarta – jmpdnews.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Februari 2025 turun menjadi 4,76 persen, atau sekitar 7,5 juta orang. Angka ini membaik dibanding periode sebelumnya yang masih di atas lima persen. Namun di balik penurunan tersebut, ada fenomena menarik — pertumbuhan lapangan kerja informal, terutama di sektor ojek online dan jasa kurir, menjadi penopang utama.
Dalam laporan yang dirilis BPS dan dikutip oleh Redaksi , jumlah pekerja di sektor transportasi daring terus meningkat signifikan. Pekerja muda usia 18–35 tahun mendominasi, terutama di perkotaan besar seperti Jabodetabek, Surabaya, dan Medan.
Ekonom menilai, meski penurunan pengangguran patut diapresiasi, struktur ketenagakerjaan Indonesia masih rentan, karena banyak pekerja baru terserap di sektor informal tanpa perlindungan sosial, tanpa kepastian pendapatan, dan tanpa jaminan kerja jangka panjang.
“Ini kemajuan semu. Angka pengangguran turun, tapi mayoritas karena sektor informal seperti ojek online. Artinya bukan peningkatan kualitas kerja, melainkan perluasan survival job,” ujar salah satu pengamat ketenagakerjaan di Jakarta.
BPS mencatat, sektor transportasi dan pergudangan menjadi salah satu penyumbang tertinggi serapan tenaga kerja baru tahun ini. Di sisi lain, industri manufaktur dan pertanian masih menunjukkan perlambatan.
Kondisi ini menjadi peringatan bagi pemerintah agar tidak hanya berbangga dengan penurunan angka pengangguran, tapi juga fokus memperluas lapangan kerja formal yang layak dan produktif.
Penulis : redaksi
Editor : Arjuna
Sumber Berita : Tirto.id









