Cikarang – jmpdnews.com
Hari Guru tahun ini kembali menjadi pengingat bahwa para pendidik adalah pilar utama kemajuan bangsa. Namun di balik gegap gempita apresiasi untuk dunia pendidikan, masih ada kelompok besar tenaga pendidik yang seakan berada di garis paling belakang perhatian negara — guru Taman Kanak-kanak.
Padahal dari tangan guru TK-lah fondasi karakter, kecintaan belajar, serta kesiapan mental anak dibangun. Guru TK bukan sekadar mengajarkan membaca, berhitung, atau bernyanyi. Mereka memperkenalkan kedisiplinan, akhlak, empati, cara berinteraksi sosial, hingga menumbuhkan rasa aman bagi anak di lingkungan pendidikan formal pertama dalam hidupnya. Di sinilah pondasi bangsa sebenarnya dimulai.
Ironisnya, peran vital itu belum sepenuhnya diimbangi dengan kebijakan, kesejahteraan, pelatihan, dan perlindungan yang memadai. Banyak guru TK masih berstatus honorer, menerima insentif jauh di bawah standar kelayakan hidup, dan tidak sedikit yang menjalankan tugas mendidik sambil mengeluarkan biaya pribadi demi kelangsungan proses belajar. Pelatihan kompetensi untuk guru PAUD/TK juga masih terbatas dan tidak merata. Bahkan dalam penyusunan kebijakan pendidikan nasional, guru TK kerap hanya menjadi afterthought — bukan prioritas.
Memperingati Hari Guru tidak cukup dengan upacara, kata-kata manis, atau sekadar postingan media sosial. Bangsa ini harus jujur mengakui bahwa kita belum benar-benar memuliakan guru apabila guru TK — fondasi pendidikan — masih menjalani hidup dalam ketidakpastian.
Maka Hari Guru tahun ini harus menjadi momentum perubahan. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan pendidikan perlu segera memperkuat kebijakan untuk:
-
Menjamin kesejahteraan layak dan berkelanjutan bagi guru TK.
-
Memperluas pelatihan peningkatan kompetensi secara terstruktur dan gratis.
-
Menjamin status dan perlindungan kerja yang jelas dan bermartabat.
-
Memperbaiki standar pembiayaan lembaga PAUD/TK agar tidak membebani guru.
Menghormati guru berarti memastikan mereka dapat hidup layak, terlindungi, dan dihargai atas peran yang mereka jalankan.
Di tangan guru TK, masa depan bangsa dimulai. Sudah saatnya pemerintah benar-benar hadir, bukan hanya hadir saat Hari Guru — tetapi hadir setiap hari dalam kebijakan nyata.
Penulis : Redaksi
Editor : Arjuna
Sumber Berita : dari berbagai sumber









