Cikarang – jmpdnews.com
Sejumlah pengamat menilai bahwa kebijakan dan program pembangunan di Kabupaten Bekasi cenderung tertinggal dibandingkan dengan daerah-daerah tetangganya seperti Kota Bekasi, Karawang, dan Kabupaten Bogor. Kondisi ini mencerminkan perlunya arah kebijakan yang lebih terencana, inovatif, dan berkelanjutan di tingkat pemerintah daerah.
Meski dikenal sebagai salah satu daerah dengan potensi industri terbesar di Jawa Barat, Kabupaten Bekasi dinilai belum optimal dalam memanfaatkan kekuatan ekonominya untuk mendorong kesejahteraan masyarakat secara merata. Sejumlah program strategis daerah sering kali terkendala oleh proses birokrasi yang panjang, lemahnya koordinasi antar perangkat daerah, serta minimnya inovasi dalam perencanaan kebijakan publik.
dan inilah beberapa poin yang mengindikasikan ketertinggalan yang terjadi :
🧭 1. Kebijakan Pembangunan yang Kurang Terarah
Sering kali tidak ada kesinambungan antar kepemimpinan daerah, sehingga program unggulan bupati sebelumnya tidak dilanjutkan oleh penerusnya. Akibatnya, arah pembangunan menjadi tidak fokus dan berjalan lambat.
🏢 2. Birokrasi yang Lambat dan Kurang Inovatif
Kabupaten Bekasi memiliki struktur birokrasi yang besar, tapi masih kurang dalam hal digitalisasi dan tata kelola modern. Sementara daerah tetangga seperti Kota Bekasi dan Karawang sudah menerapkan e-government dan smart city secara lebih serius.
💰 3. Tantangan Tata Kelola Anggaran
Meski memiliki PAD besar dari sektor industri, realisasi anggarannya sering terlambat. Banyak proyek strategis yang mandek karena proses perencanaan, lelang, atau pengawasan yang tidak efektif.
🧑🤝🧑 4. Minimnya Partisipasi Publik dan Komunikasi Kebijakan
Kebijakan publik di Bekasi kadang tidak melibatkan masyarakat secara luas. Kurangnya transparansi dan dialog dengan warga membuat program tidak tepat sasaran dan dukungan publik lemah.
🏗️ 5. Ketimpangan Wilayah
Bagian utara Bekasi (Tambelang, Cabangbungin, Muaragembong) masih tertinggal jauh dibanding wilayah industri di selatan. Program pemerataan wilayah belum berjalan optimal, padahal ketimpangan infrastruktur ini menahan potensi ekonomi lokal.
🌆 6. Tekanan Urbanisasi dan Konflik Tata Ruang
Bekasi diapit kawasan megapolitan Jabodetabek, tapi belum sepenuhnya bisa mengelola tekanan urbanisasi, alih fungsi lahan, dan masalah lingkungan. Sementara tetangganya sudah lebih siap dengan rencana tata ruang terpadu.
🧩 7. Kurangnya Identitas Daerah dan Visi Bersama
Kabupaten Bekasi sering hanya dikenal sebagai “wilayah industri”, bukan sebagai daerah dengan visi sosial-budaya atau ekonomi unggulan. Padahal daerah tetangga punya branding kuat: Karawang sebagai kota industri maju, Bogor dengan pariwisata dan pendidikan, Depok dengan teknologi dan kampus.
Penulis : Redaksi
Editor : Arjuna
Sumber Berita : dari berbagai sumber









