Kabupaten Bekasi _ jmpdnews.com
Hasil pemetaan Indeks Budaya Kerja BerAKHLAK tahun 2025 menunjukkan adanya variasi signifikan antar kecamatan di wilayah Kabupaten Bekasi. Data ini menjadi cerminan sejauh mana perangkat kecamatan menerapkan nilai-nilai BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) dalam tata kelola pemerintahan sehari-hari.
Cikarang Timur Teratas dengan Skor 73,30

Kecamatan Cikarang Timur menempati posisi pertama dengan skor 73,30, menunjukkan kinerja budaya kerja yang paling kuat dibanding kecamatan lainnya. Skor ini sekaligus menjadi indikator komitmen aparatur dalam mendorong pelayanan publik yang lebih responsif dan profesional.
Sukakarya dan Muaragembong Mengikuti
Di posisi kedua dan ketiga, Kecamatan Sukakarya (64,33) dan Muaragembong (60,12) mencatat skor cukup tinggi, menunjukkan penguatan budaya kerja yang mulai merata meski tingkat tantangan wilayah berbeda-beda.
Kecamatan dengan Skor Menengah
Sebagian besar kecamatan berada pada rentang skor 54–59, termasuk Kecamatan Babelan, Sukawangi, Kedungwaringin, Cikarang Selatan, Tambun Utara, Cibitung, hingga Cikarang Utara. Kelompok ini dianggap memiliki fondasi budaya kerja yang cukup baik namun masih membutuhkan peningkatan terutama dalam aspek kolaboratif dan adaptif.
Tarumajaya Terendah: 49,72
Sementara itu, posisi terbawah ditempati Kecamatan Tarumajaya dengan skor 49,72. Capaian ini menjadi perhatian khusus karena berada di bawah standar rata-rata kabupaten dan berpotensi membutuhkan intervensi pembinaan serta evaluasi lebih mendalam.
Penulis : RS
Editor : LBH ARJUNA









