Cikampek – jmpdnews.com
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, memaparkan kinerja pemerintahan Kabupaten Bekasi dalam Rapat Terbatas bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) di PT Pupuk Kujang, Cikampek, Selasa (23/12/2025). Di hadapan orang nomor satu di Jawa Barat itu, Pemkab Bekasi menegaskan komitmen mempercepat pembangunan, mengoptimalkan layanan publik, sekaligus menekan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) agar APBD benar-benar berdampak bagi rakyat.
Dalam forum evaluasi strategis tersebut, dr. Asep menyampaikan bahwa realisasi anggaran infrastruktur Kabupaten Bekasi telah menembus 8,3 persen, melampaui batas minimal mandatory nasional sebesar 7,5 persen. Capaian ini dinilai sebagai indikator positif keseriusan daerah dalam memperkuat konektivitas wilayah penyangga ibu kota.
Tak hanya infrastruktur, sektor pengairan juga mencatatkan kinerja di atas ketentuan. Anggaran irigasi mencapai 2,3 persen atau Rp67 miliar, melampaui mandatory 2 persen. Pemerintah daerah menilai capaian ini sebagai fondasi penting dalam menjaga ketahanan pangan di tengah tekanan alih fungsi lahan.
Di sektor kesehatan, Pemkab Bekasi menggeser fokus pada penguatan layanan dasar. Seluruh Puskesmas direncanakan naik kelas dengan fasilitas rawat inap guna memangkas jarak pelayanan medis dan mengurangi beban rumah sakit rujukan.
Sementara itu, penataan wilayah dan pengendalian kemacetan turut menjadi sorotan. Program penertiban bangunan liar akan dilanjutkan dengan pendekatan estetika dan penghijauan, sedangkan proyek pelebaran Jalan Pilar–Sukatani dipastikan segera memasuki tahap pembebasan lahan.
Menutup rapat, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengeluarkan instruksi tegas agar seluruh perangkat daerah lebih presisi dalam perencanaan dan agresif dalam penyerapan anggaran. Target utamanya jelas: menekan Silpa dan mengembalikan APBD sebagai instrumen pelayanan publik, bukan sekadar angka administratif.
Penulis : Redaksi
Editor : Arjuna
Sumber Berita : dari berbagai sumber









