Antara Banteng & Gajah

- Redaksi

Rabu, 23 Juli 2025 - 07:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – jmpdnews.com -Gajah dan Banteng adalah dua nama hewan yang dijadikan gelar perlambang kekuatan dimasa Majapahit dalam masyarakat Hindu-Bhuda terutama para penganut Syiwa.
Maka tak heran bila dimasa tersebut nama nama seperti Gajah Mada, Gajah Pagon, Gajah Sorengpati, Banteng Ketaton, Kebo Iwa, Mahesa Anabrang, Lembu Nala dll, bahkan nama pengawal pangeran Diponegoro yang beragama Islam dan berjihad dalam nafas Islam pun ada yang masih memakai nama nama dari era Hindu Jawa seperti Banteng Wareng misalnya sang pengawal setia pangeran Diponegoro itu.

Baca Juga :  KPU Kabupaten Bekasi Tetapkan Nama Nama Caleg Terpilih 2024-2029

Maka bisa dimengerti memang bila dimasa modern ini pun ada sebuah partai kecil mungil berlogo kembang mawar putih berlatar merah yang diubah logonya jadi gajah belang dengan semangat agar jadi besar dan gagah.

Namun sayang walau telah berubah ujud namun isinya bukan manusia manusia hebat seperti para pria mantab seperti di era Majapahit dulu jadi hanya berubah wujud namun tetaplah kecil sehingga hanya menjadi gajah kecil mungil saja.

Baca Juga :  Launching Kampung Partisipatif, Warga Diharapkan Tidak Ragu Dan Takut Lapor Panwas Mande Bila Menemukan Adanya Dugaan Pelanggaran Pilkada

narasi simbol gajah untuk PSI:

“PSI menjadikan filosofi gajah sebagai pengingat bahwa partai ini harus memiliki ingatan panjang terhadap janji-janji politiknya, kuat dalam menghadapi rintangan, dan bijak dalam mengambil keputusan. Seperti gajah yang hidup berkelompok dengan solidaritas tinggi, PSI hadir sebagai rumah politik yang solid, setia mendampingi rakyat, dan tidak melupakan sejarah perjuangan kaum muda melawan intoleransi dan korupsi.”

Penulis : Redaksi

Editor : Arjuna

Sumber Berita : dari berbagai sumber (Budisaks)

Berita Terkait

Nepal Gelar Voting Perdana Menteri Lewat Discord, Cikal Bakal Demokrasi Digital? Meskikah Indonesia meniru
Anggota DPR dari Kalangan Artis Bumerang atau Kemenangan Parpol
Nasdem : Copot Ahmad Sahroni & Nafa Urbach dari DPR
Ahmad Sahroni Di depak dari Komisi III DPR
Ketua LSM KOMPI Apresiasi Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto Pada Sidang Tahunan MPR
Gus Yasin Calon Ketua Umum PPP Trah KH. Maimoen Zubair
Siapa Bisa Mengembalikan Marwah dan Kejayaan PPP ?
Direktur LBH Arjuna : Pidato Prabowo Kontradiktif dengan Realita
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 September 2025 - 08:59 WIB

Nepal Gelar Voting Perdana Menteri Lewat Discord, Cikal Bakal Demokrasi Digital? Meskikah Indonesia meniru

Senin, 1 September 2025 - 08:29 WIB

Anggota DPR dari Kalangan Artis Bumerang atau Kemenangan Parpol

Minggu, 31 Agustus 2025 - 13:29 WIB

Nasdem : Copot Ahmad Sahroni & Nafa Urbach dari DPR

Jumat, 29 Agustus 2025 - 14:35 WIB

Ahmad Sahroni Di depak dari Komisi III DPR

Selasa, 19 Agustus 2025 - 18:46 WIB

Ketua LSM KOMPI Apresiasi Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto Pada Sidang Tahunan MPR

Rabu, 23 Juli 2025 - 07:55 WIB

Antara Banteng & Gajah

Selasa, 18 Maret 2025 - 16:18 WIB

Gus Yasin Calon Ketua Umum PPP Trah KH. Maimoen Zubair

Minggu, 15 Desember 2024 - 14:51 WIB

Siapa Bisa Mengembalikan Marwah dan Kejayaan PPP ?

Berita Terbaru

Media

AMKI Jakarta Kolaborasi Dengan Smesco Siap Dukung UMKM

Selasa, 27 Jan 2026 - 20:34 WIB

Hukum & Politik

Saat Pejabat Bebas Ganti Nomor, Negara Batasi Hak Komunikasi Warga

Selasa, 27 Jan 2026 - 18:08 WIB

Hukum & Politik

Rekayasa Kasus: KUHP Baru Ancam APH Hingga 12 Tahun Penjara

Minggu, 25 Jan 2026 - 08:54 WIB