Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja Tancap Gas: Reformasi Perizinan hingga Transparansi APBD Jadi Sorotan

- Redaksi

Minggu, 5 April 2026 - 14:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cikarang – jmpdnews.com

Meski belum lama menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, dr Asep Surya Atmaja mulai menunjukkan langkah cepat melalui sejumlah terobosan strategis. Fokus utamanya jelas: membenahi tata kelola birokrasi agar lebih transparan, akuntabel, dan ramah terhadap investasi.

Sejumlah kebijakan yang diambil bahkan dinilai sebagai upaya “bersih-bersih sistem” yang selama ini dianggap berbelit dan kurang terbuka.

Reformasi Perizinan: Pangkas Birokrasi, Buka Keran Investasi

Langkah paling mencolok adalah pencabutan Peraturan Bupati Bekasi Nomor 56 Tahun 2019 yang sebelumnya kerap dikeluhkan pelaku usaha karena memperpanjang rantai perizinan.

Sebagai penggantinya, diterbitkan Peraturan Bupati Bekasi Nomor 9 Tahun 2026 yang mengatur sistem perizinan dan non-perizinan terpadu satu pintu, terintegrasi langsung dengan Online Single Submission (OSS).

Dengan sistem ini, investor tidak lagi harus “berkeliling” dari satu dinas ke dinas lain—sebuah terobosan yang diyakini mampu mempercepat arus investasi ke Kabupaten Bekasi.

Baca Juga :  TKD dan Masalah yang di hadapi Kepala Desa

Transparansi APBD 2026: Buka Data ke Publik

Di sektor keuangan daerah, transparansi mulai diterapkan secara nyata.

Pemerintah Kabupaten Bekasi kini:

Mempublikasikan realisasi pendapatan daerah setiap hari melalui Bapenda di media sosial
Membuka informasi program pembangunan lengkap dengan rincian anggaran oleh masing-masing dinas teknis

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa pengelolaan APBD tidak lagi bersifat tertutup, melainkan dapat diawasi langsung oleh masyarakat.

Penataan Pasar Tumpah: Tertibkan Tanpa Matikan Ekonomi

Penertiban pasar tumpah di kawasan Sentra Grosir Cikarang (SGC) menjadi langkah konkret dalam mengurai kemacetan dan kesemrawutan.

Pedagang direlokasi ke area yang lebih tertata tanpa menghilangkan aktivitas ekonomi. Pola serupa juga diterapkan di Pasar Bojong Kedung Waringin, dengan penertiban pedagang yang sebelumnya berjualan di badan jalan.

Baca Juga :  Urgensi TP2D Dalam Menjabarkan Kebijakan Bupati

Konflik Sosial Diselesaikan Lewat Dialog

Pendekatan humanis juga terlihat dalam penyelesaian konflik antara pengembang Perumahan Vasana Neo Harapan Indah dan warga terkait pembangunan rumah ibadah.

Melalui mediasi yang dialogis, pemerintah daerah berhasil mendorong penyelesaian damai—sebuah pendekatan yang mencerminkan kepemimpinan inklusif dan solutif.

Satgas PAD Dibentuk: Libatkan Aparat Penegak Hukum

Untuk mengoptimalkan pendapatan daerah, Pemkab Bekasi membentuk Satgas Peningkatan PAD yang melibatkan lintas institusi, termasuk TNI, Polri, dan Kejaksaan.

Langkah ini menunjukkan keseriusan dalam menutup potensi kebocoran serta meningkatkan efektivitas pengelolaan pendapatan daerah.

Tunggakan BPJS Rp240 Miliar Dilunasi

Di sektor pelayanan publik, pemerintah daerah juga mengambil langkah tegas dengan melunasi tunggakan BPJS Kesehatan sebesar Rp240 miliar.

Dampaknya langsung dirasakan masyarakat: layanan kesehatan kembali aktif dan dapat diakses tanpa hambatan administratif.

Penulis : Redaksi

Editor : Arjuna

Sumber Berita : Tulisan Mbah Goen

Berita Terkait

Dinamika Pemerintahan Ade Kuswara Kunang Berujung Tragis
H Cecep Noor Figur Yang Berpengalaman dan Memahami Birokrasi
Sekertaris JMPD Kabupaten Bekasi Desak Gubernur Jawa Barat Segera Lunasi Utang (KIS–JKN)BPJS Rp84 Miliar
Indeks Budaya Kerja BerAKHLAK tahun 2025 Kecamatan Cikarang Timur Jawara
Fraksi Bintang Persatuan Buruh (F-BPB) memberikan apresiasi RAPBD 2026 yang bernilai Rp7,57 triliun
Pembangunan Kantor Kelurahan Jatimulya Ditarget Rampung Akhir 2025
Seleksi Sekda Kabupaten Bekasi: Antara Kepatuhan Regulasi dan Realitas Birokrasi Daerah
Tiga Calon Sekda Kabupaten Bekasi Dipastikan Penuhi Prosedur dan Regulasi Seleksi
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 5 April 2026 - 14:55 WIB

Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja Tancap Gas: Reformasi Perizinan hingga Transparansi APBD Jadi Sorotan

Sabtu, 21 Februari 2026 - 11:23 WIB

Dinamika Pemerintahan Ade Kuswara Kunang Berujung Tragis

Kamis, 15 Januari 2026 - 18:08 WIB

H Cecep Noor Figur Yang Berpengalaman dan Memahami Birokrasi

Rabu, 26 November 2025 - 11:03 WIB

Sekertaris JMPD Kabupaten Bekasi Desak Gubernur Jawa Barat Segera Lunasi Utang (KIS–JKN)BPJS Rp84 Miliar

Selasa, 25 November 2025 - 15:56 WIB

Indeks Budaya Kerja BerAKHLAK tahun 2025 Kecamatan Cikarang Timur Jawara

Jumat, 21 November 2025 - 09:12 WIB

Fraksi Bintang Persatuan Buruh (F-BPB) memberikan apresiasi RAPBD 2026 yang bernilai Rp7,57 triliun

Senin, 3 November 2025 - 10:25 WIB

Pembangunan Kantor Kelurahan Jatimulya Ditarget Rampung Akhir 2025

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 17:40 WIB

Seleksi Sekda Kabupaten Bekasi: Antara Kepatuhan Regulasi dan Realitas Birokrasi Daerah

Berita Terbaru

Bekasi

“Media Jangan Jadi Alat Pembunuhan Karakter”

Jumat, 3 Apr 2026 - 10:41 WIB