Bandung – jmpdnews.com
Federasi Olahraga Domino Nasional Provinsi Jawa Barat menggelar agenda besar yang menggabungkan pelantikan pengurus dan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) domino pada Senin, 30 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam penguatan organisasi sekaligus pembuktian bahwa domino kian serius diposisikan sebagai cabang olahraga kompetitif.
Sejak pagi hari, suasana sudah dipenuhi semangat para peserta. Registrasi dimulai pukul 07.00 WIB, dilanjutkan babak penyisihan kategori junior dan senior hingga siang hari. Kompetisi berlangsung ketat, menampilkan kemampuan strategi dan ketelitian para atlet dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Memasuki siang hingga sore, pertandingan berlanjut ke babak semifinal dan perebutan juara ketiga. Namun, bukan hanya kompetisi yang menjadi sorotan. Pada pukul 15.30 WIB, acara resmi dibuka dengan rangkaian seremoni yang meriah, mulai dari penampilan seni tari khas Jawa Barat hingga marching band dan paskibra yang menambah nuansa khidmat sekaligus semarak.
Momentum penting terjadi saat penyerahan bendera pataka dari Ketua PB ORADO kepada Ketua ORADO Jawa Barat, yang kemudian dilanjutkan simbolisasi kepada para Ketua Pengcab se-Jawa Barat. Prosesi ini menandai penguatan struktur organisasi serta komitmen pembinaan domino di tingkat daerah.
Pertandingan final kategori junior dan senior digelar selepas pembukaan, sebelum akhirnya ditutup dengan hiburan dan penyerahan hadiah pada malam hari.
Salah satu kontingen yang mencuri perhatian datang dari Kabupaten Bekasi. Para atlet tampil kompak dengan seragam biru muda, menunjukkan optimisme tinggi dalam ajang bergengsi ini. Kebersamaan mereka mencerminkan soliditas tim sekaligus kesiapan menghadapi persaingan.
Ketua ORADO Pengcab Kabupaten Bekasi, Panji Satria Nugraha, menegaskan bahwa keikutsertaan timnya bukan sekadar formalitas. Ia menyebut para atlet telah melalui proses seleksi ketat selama enam bulan, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten.
“Setiap atlet di sini membawa harapan besar masyarakat Bekasi. Kami ingin Kejurprov ini tidak hanya jadi ajang kompetisi, tetapi juga mempererat silaturahmi dan meningkatkan kualitas domino sebagai olahraga,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya tengah membangun sistem pembinaan berkelanjutan, khususnya untuk atlet muda, agar domino semakin berkembang dan mampu bersaing di level nasional bahkan internasional.
Ajang Kejurprov ORADO Jawa Barat ini menjadi bukti bahwa domino kini tidak lagi dipandang sekadar permainan santai, melainkan telah bertransformasi menjadi olahraga yang memiliki sistem, prestasi, dan masa depan yang menjanjikan.
Penulis : Redaksi
Editor : Arjuna
Sumber Berita : WA FSN









