Cikarang – jmpdnews.com
Berikut 7 aliran utama dalam sejarah pemikiran Islam beserta penjelasan singkatnya:
1. Sunni (Ahlus Sunnah wal Jamaah)
Aliran terbesar dalam Islam yang mengikuti Al-Qur’an, Sunnah Nabi, dan ijma’ ulama.
Mayoritas umat Islam di dunia termasuk aliran ini.
Mengakui kepemimpinan khalifah setelah Nabi secara musyawarah.
Empat mazhab fikih terkenal: Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali.
Tokoh penting: Abu Hanifah, Malik bin Anas, Muhammad ibn Idris al-Shafi’i, dan Ahmad ibn Hanbal.
2. Syiah
Aliran yang meyakini bahwa kepemimpinan umat Islam setelah Nabi harus berasal dari keluarga Nabi, khususnya keturunan Ali ibn Abi Talib.
Menganggap Ali ibn Abi Talib sebagai imam pertama.
Memiliki konsep Imamah (kepemimpinan spiritual dari keturunan Nabi).
Cabang besar: Syiah Imamiyah (Itsna Asyariah), Ismailiyah, dan Zaidiyah.
3. Khawarij
Kelompok yang muncul pada masa konflik antara Ali ibn Abi Talib dan Muawiyah I setelah peristiwa Battle of Siffin.
Ciri utama:
Sangat keras dalam memahami agama.
Menganggap muslim yang melakukan dosa besar sebagai kafir.
Kelompok ini kemudian pecah menjadi banyak sekte kecil.
4. Murji’ah
Aliran yang muncul sebagai reaksi terhadap sikap keras Khawarij.
Pandangan utama:
Penilaian iman seseorang ditangguhkan (ditunda) kepada Allah.
Orang Islam yang berdosa besar tidak otomatis dianggap kafir.
Menekankan pentingnya iman dalam hati.
5. Qadariyah
Aliran teologi yang menekankan kebebasan kehendak manusia.
Ciri pemikiran:
Manusia memiliki kebebasan menentukan perbuatannya sendiri.
Tidak sepenuhnya ditentukan oleh takdir.
Berkembang pada masa awal kekhalifahan Umayyah.
6. Jabariyah
Kebalikan dari Qadariyah.
Pandangan utama:
Semua perbuatan manusia ditentukan oleh kehendak Allah.
Manusia dianggap tidak memiliki kebebasan memilih secara penuh.
Segala sesuatu terjadi karena takdir mutlak.
7. Mu’tazilah
Aliran teologi rasional dalam Islam yang berkembang pada masa kekhalifahan Abbasiyah.
Ciri utama:
Mengutamakan akal dalam memahami ajaran agama.
Memiliki lima prinsip utama (al-usul al-khamsah).
Berpendapat bahwa Al-Qur’an adalah makhluk (diciptakan), yang kemudian menjadi perdebatan besar dalam sejarah Islam.
Penulis : Redaksi
Editor : Arjuna
Sumber Berita : FB Ifan Badrul Jaman








