Doa Sebelum Mencuri: Ketika Kesalehan Menjadi Topeng

- Redaksi

Sabtu, 27 September 2025 - 16:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cikarang – jmpdnews.com – Di tengah hiruk pikuk kehidupan beragama yang kerap dielu-elukan sebagai benteng moral, terselip ironi pahit yang menggugah nurani. Fenomena doa yang seharusnya menjadi sarana penyucian jiwa, kini justru direduksi menjadi “jimat” sebelum berbuat dosa.

Pertanyaan yang mengusik pun lahir: mengapa ada orang yang berdoa sebelum mencuri? Apakah doa kini bukan lagi permohonan ampun, melainkan sekadar peredam rasa bersalah sebelum merampas hak orang lain?

Baca Juga :  Tunjangan Insentif Guru Madrasah Non ASN dengan bejibun syarat.

Tragedi moral ini begitu halus, namun terasa menyakitkan. Doa tidak lagi menjadi pengingat akan batas, melainkan pembenaran batin. Semacam ritual pembersih sebelum jiwa dikotori secara sadar. Mereka yang melakukannya sadar betul bahwa tindakannya salah, namun tetap nekat—seolah Tuhan bisa diajak kompromi dalam bisnis-bisnis kotor.

Ironi ini melahirkan wajah kesalehan palsu. Ritual-ritual religius dilakukan hanya sebagai topeng: menenangkan hati, menutupi kecemasan, dan memberi ilusi kesucian. Padahal, substansinya telah lama hilang. Kesalehan semu ini ibarat daun kering yang dibasahi air suci—tampak segar sejenak, namun cepat kembali layu.

Baca Juga :  Polemik Mushola Hasana Damai Persada dan Ujian Negara Hukum

Fenomena ini tidak hanya menyentil praktik individual, tetapi juga membuka cermin besar bagi masyarakat. Apakah kita sedang menyaksikan agama dijadikan “panggung drama,” tempat doa bukan lagi dialog tulus dengan Tuhan, melainkan dekorasi untuk menutupi kebusukan yang disengaja?

by ken Arca

Penulis : Redaksi

Editor : Arjuna

Sumber Berita : Ken Arca

Berita Terkait

7 aliran utama dalam sejarah pemikiran Islam
Polemik Mushola Hasana Damai Persada dan Ujian Negara Hukum
Dilarang Salat di Hotel, Miliarder Ini Langsung Beli Gedungnya dan Ubah Jadi Masjid
Siapa Pembunuh Umar Bin Khattab Saat Salat Subuh
Sengkarut Wakaf Di Jual Ke Proyek Pengembang
Ketua Umum PBNU Diberi Waktu 3 Hari Untuk Mengundurkan Diri
Ada Guncangan Dahsyat di Tubuh NU Ada Apa ?
Kuota Haji Kabupaten Bekasi 2024, Total 2.165 Jamaah, Potensi Penyalahgunaan Perlu Diwaspadai
Berita ini 92 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 8 Maret 2026 - 16:13 WIB

7 aliran utama dalam sejarah pemikiran Islam

Jumat, 27 Februari 2026 - 07:04 WIB

Polemik Mushola Hasana Damai Persada dan Ujian Negara Hukum

Senin, 23 Februari 2026 - 17:29 WIB

Dilarang Salat di Hotel, Miliarder Ini Langsung Beli Gedungnya dan Ubah Jadi Masjid

Sabtu, 21 Februari 2026 - 11:31 WIB

Siapa Pembunuh Umar Bin Khattab Saat Salat Subuh

Minggu, 4 Januari 2026 - 18:14 WIB

Sengkarut Wakaf Di Jual Ke Proyek Pengembang

Sabtu, 22 November 2025 - 15:15 WIB

Ketua Umum PBNU Diberi Waktu 3 Hari Untuk Mengundurkan Diri

Sabtu, 22 November 2025 - 07:25 WIB

Ada Guncangan Dahsyat di Tubuh NU Ada Apa ?

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 08:13 WIB

Kuota Haji Kabupaten Bekasi 2024, Total 2.165 Jamaah, Potensi Penyalahgunaan Perlu Diwaspadai

Berita Terbaru

Hukum & Politik

Sniper : Waspadai Narasi Miring yang Melemahkan Plt. Bupati Bekasi

Rabu, 18 Mar 2026 - 10:51 WIB

Keuangan

Urgensi Revisi UU ASN PPPK Jadi Korban

Senin, 16 Mar 2026 - 09:48 WIB