Nepal Gelar Voting Perdana Menteri Lewat Discord, Cikal Bakal Demokrasi Digital? Meskikah Indonesia meniru

- Redaksi

Rabu, 17 September 2025 - 08:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – jmpdnews.com – Nepal baru saja menorehkan sejarah politik yang unik. Bukan di gedung parlemen, bukan pula di tempat pemungutan suara tradisional, melainkan di sebuah server Discord.(Discord itu semacam “kampus digital + grup WhatsApp + ruang rapat online” dalam satu aplikasi)

Ribuan anak muda Nepal berinisiatif membangun “Parlemen Digital” dan menggelar pemungutan suara untuk menentukan siapa sosok yang paling layak menjabat sebagai Perdana Menteri interim. Hasilnya mengejutkan: Sushila Karki, mantan Ketua Mahkamah Agung, terpilih lewat mekanisme voting digital itu.

Sushila Karki bukan nama sembarangan. Ia dikenal bersih, tegas, dan tanpa drama. Ia juga mencatat sejarah sebagai perempuan pertama yang pernah menduduki kursi tertinggi pemerintahan di Nepal.

Dari Discord ke Istana

Yang menarik bukan sekadar siapa yang terpilih, melainkan bagaimana prosesnya berjalan.
Tidak ada kampanye baliho di jalan, tidak ada lobi politik di hotel mewah, tidak ada siaran TV berbiaya besar. Semua dilakukan lewat ruang digital: ratusan channel Discord, ribuan suara terkumpul, lalu menghasilkan satu keputusan bersama.

Baca Juga :  Direktur LBH Arjuna : Pidato Prabowo Kontradiktif dengan Realita

Tekanan sosial dari konsensus digital itu begitu kuat, hingga akhirnya Presiden Nepal meresmikan pilihan warga muda tersebut dengan penunjukan formal.

Prosesnya sederhana tapi mengena:
Polling digital → Konsensus publik → Tekanan sosial → Keputusan politik.

Demokrasi Generasi Baru

Fenomena ini menjadi refleksi keras bagi banyak negara, termasuk Indonesia. Jika di Nepal — negara kecil di kaki Himalaya dengan sumber daya terbatas — warganya bisa membangun kanal demokrasi alternatif yang didengar pemerintah, mengapa kita tidak?

Baca Juga :  Jelang Pilkada Majalengka, Desun : Perang Psikologi Semakin Kencang

“Anak muda Nepal menunjukkan bahwa perubahan tidak bisa terus menunggu sistem lama yang makin tidak dipercaya. Mereka membangun sistem baru, lewat tools yang mereka kuasai,” kata salah satu pengamat digital democracy.

Catatan untuk Gen Z

Discord kini bukan lagi sekadar tempat ngobrol tentang game atau anime. Di Nepal, platform ini sudah menjadi kanal perubahan sosial.

Pertanyaannya: apakah generasi muda Indonesia berani melangkah ke arah serupa?

  • Kalau memimpin komunitas: bangun ruang dialog transparan.

  • Kalau menguasai teknologi: buat tools yang membantu warga bikin keputusan kolektif.

  • Kalau jadi pemimpin muda: tarik kepercayaan dengan partisipasi nyata, bukan gaya orasi lama.

Nepal sudah memberi teaser masa depan demokrasi, di mana suara netizen bukan sekadar trending di media sosial, tapi benar-benar mengubah sejarah bangsa.

Penulis : Redaksi

Editor : Arjuna

Sumber Berita : dari berbagai sumber

Berita Terkait

Anggota DPR dari Kalangan Artis Bumerang atau Kemenangan Parpol
Nasdem : Copot Ahmad Sahroni & Nafa Urbach dari DPR
Ahmad Sahroni Di depak dari Komisi III DPR
Ketua LSM KOMPI Apresiasi Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto Pada Sidang Tahunan MPR
Antara Banteng & Gajah
Gus Yasin Calon Ketua Umum PPP Trah KH. Maimoen Zubair
Siapa Bisa Mengembalikan Marwah dan Kejayaan PPP ?
Direktur LBH Arjuna : Pidato Prabowo Kontradiktif dengan Realita
Berita ini 63 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 September 2025 - 08:59 WIB

Nepal Gelar Voting Perdana Menteri Lewat Discord, Cikal Bakal Demokrasi Digital? Meskikah Indonesia meniru

Senin, 1 September 2025 - 08:29 WIB

Anggota DPR dari Kalangan Artis Bumerang atau Kemenangan Parpol

Minggu, 31 Agustus 2025 - 13:29 WIB

Nasdem : Copot Ahmad Sahroni & Nafa Urbach dari DPR

Jumat, 29 Agustus 2025 - 14:35 WIB

Ahmad Sahroni Di depak dari Komisi III DPR

Selasa, 19 Agustus 2025 - 18:46 WIB

Ketua LSM KOMPI Apresiasi Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto Pada Sidang Tahunan MPR

Rabu, 23 Juli 2025 - 07:55 WIB

Antara Banteng & Gajah

Selasa, 18 Maret 2025 - 16:18 WIB

Gus Yasin Calon Ketua Umum PPP Trah KH. Maimoen Zubair

Minggu, 15 Desember 2024 - 14:51 WIB

Siapa Bisa Mengembalikan Marwah dan Kejayaan PPP ?

Berita Terbaru

Media

AMKI Jakarta Kolaborasi Dengan Smesco Siap Dukung UMKM

Selasa, 27 Jan 2026 - 20:34 WIB

Hukum & Politik

Saat Pejabat Bebas Ganti Nomor, Negara Batasi Hak Komunikasi Warga

Selasa, 27 Jan 2026 - 18:08 WIB

Hukum & Politik

Rekayasa Kasus: KUHP Baru Ancam APH Hingga 12 Tahun Penjara

Minggu, 25 Jan 2026 - 08:54 WIB