Molor Raperda LP2B: Lahan Pertanian Terancam Alih Fungsi

- Redaksi

Kamis, 28 Agustus 2025 - 07:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cikarang – jmpdnews.com – DPRD Kabupaten Bekasi melalui Panitia Khusus (Pansus) IV tengah membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Regulasi ini dinilai penting untuk melindungi ribuan hektare sawah produktif dari ancaman alih fungsi lahan yang kian marak di daerah industri terbesar se-Jawa Barat ini.

Hasil sinkronisasi dengan berbagai instansi—mulai dari Dinas Pertanian, Bappeda, BPN hingga kelompok tani—menyepakati alokasi lahan sebagai berikut: KP2B 36.970 hektare, LP2B 35.095 hektare, dan cadangan LCP2B 1.874 hektare. Namun, pembahasan sempat terhenti akibat perbedaan data luas lahan antarinstansi, serta belum detailnya peta lokasi hingga level desa.

Ketua Bapemperda DPRD Kabupaten Bekasi, Ombi Hari Wibowo, menegaskan bahwa keberadaan Perda LP2B mendesak untuk segera disahkan. “Petani harus punya kepastian hukum, insentif, dan perlindungan. Tanpa itu, ketahanan pangan daerah akan terancam,” ucapnya.

Baca Juga :  Tarik Menarik Kepentingan dengan Raperda LP2B

Bupati Bekasi juga mendukung penuh langkah ini, seraya menekankan urgensi regulasi guna mencegah praktik spekulasi lahan yang merugikan masyarakat. Konsultasi bahkan dilakukan ke Badan Informasi Geospasial (BIG) untuk memastikan dasar pemetaan regulasi berbasis data spasial yang akurat.

Meski begitu, kritik datang dari aktivis lingkungan yang menyoroti potensi “main mata” antara oknum legislatif dan pengembang. Mereka menegaskan akan mengawal hingga Perda benar-benar berpihak pada petani.

Di tempat terpisah Ahmad Faisal S.H.I Ketua Pansus LP2B, yang juga merupakan Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Bekasi, mengungkapkan terkait lambatnya penetapan dan Paripurna Perda LP2B Kabupaten Bekasi.Menurutnya, proses pembahasan sudah mencapai tahap final dan tinggal menunggu hasil jawaban dari Provinsi Jabar.

“Sudah final, tinggal menunggu hasil jawaban dari Provinsi,” ujar Ahmad Faisal yang akrab disapa Faisal saat dihubungi pada Rabu, 26 Agustus 2025.Meskipun demikian, ada beberapa hal yang perlu disinkronisasi dengan Provinsi terkait cakupan luas LP2B Kabupaten Bekasi dalam Perda.

Baca Juga :  Hari Tani Nasional : Petani Sengsara, Pemerintah Tidak Pro-Petani

Faisal menjelaskan bahwa Pansus, bersama dengan dinas pertanian, telah melakukan konsultasi diKemendagri terkait cakupan luas Perda LP2B, berharap agar cakupan luas tersebut dapat dimasukkan ke dalam Raperda LP2B.

Pansus IV telah melakukan kunjungan kerja dan sinkronisasi data dengan berbagai instansi: Dinas Pertanian, Bappeda, Cipta Karya, DPMPTSP, Perkimtan, LH, SDA, BPN, serta kelompok tani. Hasilnya disepakati luasan sebagai berikut:

  • KP2B: 36.970 hektare

  • LP2B: 35.095 hektare

  • LCP2B (cadangan): 1.874 hektare

Jika tuntas, Perda LP2B diharapkan menjadi benteng pertahanan lahan pertanian Bekasi yang terus tergerus industrialisasi dan pembangunan perumahan.

Penulis : Redaksi

Editor : Arjuna

Sumber Berita : dari berbagai sumber

Berita Terkait

Ancaman Alih Fungsi Lahan, pemkab Bekasi Dorong Perda Perlindungan Pertanian
Fraksi Bintang Persatuan Buruh Setuju Penetapan Raperda LP2B Bekasi
Arah dan Tujuan Perda LP2B
Nasep : Apresiasi kepada Bupati Bekasi dan semu pihak Perda LP2B di Paripurnakan
Tarik Menarik Kepentingan dengan Raperda LP2B
Hari Tani Nasional : Petani Sengsara, Pemerintah Tidak Pro-Petani
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 28 September 2025 - 08:38 WIB

Ancaman Alih Fungsi Lahan, pemkab Bekasi Dorong Perda Perlindungan Pertanian

Kamis, 18 September 2025 - 08:43 WIB

Fraksi Bintang Persatuan Buruh Setuju Penetapan Raperda LP2B Bekasi

Rabu, 17 September 2025 - 19:09 WIB

Arah dan Tujuan Perda LP2B

Rabu, 17 September 2025 - 18:35 WIB

Nasep : Apresiasi kepada Bupati Bekasi dan semu pihak Perda LP2B di Paripurnakan

Kamis, 28 Agustus 2025 - 07:17 WIB

Molor Raperda LP2B: Lahan Pertanian Terancam Alih Fungsi

Selasa, 13 Mei 2025 - 13:51 WIB

Tarik Menarik Kepentingan dengan Raperda LP2B

Rabu, 25 September 2024 - 06:02 WIB

Hari Tani Nasional : Petani Sengsara, Pemerintah Tidak Pro-Petani

Berita Terbaru

Hukum & Politik

Sniper : Waspadai Narasi Miring yang Melemahkan Plt. Bupati Bekasi

Rabu, 18 Mar 2026 - 10:51 WIB

Keuangan

Urgensi Revisi UU ASN PPPK Jadi Korban

Senin, 16 Mar 2026 - 09:48 WIB