Mendikdasmen Beri Kuliah Umum di President University, Pemanfaatan AI pada Pendidikan Dasar Jadi Sorotan

- Redaksi

Selasa, 8 Juli 2025 - 09:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KABUPATEN BEKASI, JMPDNews.com – MENUJU Indonesia Emas 2045, berbagai transformasi tengah dilakukan di bidang pendidikan, termasuk pengintegrasian teknologi artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan ke dalam sistem pembelajaran. Merespons hal tersebut, President University menyelenggarakan Kuliah Umum bertema “The Future of Learning: How AI and Digital Literacy are Reshaping Basic Education” pada Selasa (15/7) di Fablab di lantai 1 President University Convention Center (PUCC), Kota Jababeka – Cikarang.

Adapun kuliah umum ini menghadirkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Abdul Mu’ti M.Ed sebagai pembicara utama. Acara dibuka oleh pendiri President University Setyono Djuandi (SD) Darmono, yang dalam sambutannya menyampaikan dukungan terhadap arah kebijakan pendidikan nasional.

“Hal-hal yang akan dibahas hari ini dapat memberikan inspirasi untuk membangun sistem edukasi yang lebih baik di Indonesia, bahkan mungkin juga di Asia Tenggara.

Dengan berbagai masalah yang kita hadapi saat ini, kami berharap dunia pendidikan dapat menjadi solusi untuk mengatasi dan mengurangi angka pengangguran. Harapannya, mahasiswa kami tidak hanya menjadi karyawan, tetapi juga mampu memberdayakan diri mereka sendiri.

Kami ingin memberikan pendidikan yang terbaik, agar para mahasiswa mampu mengelola berbagai aset yang kita miliki supaya Indonesia Emas yang kita tunggu-tunggu dapat terwujud,” ucap SD Darmono di depan ratusan mahasiswa President University.

Acara dilanjutkan dengan kuliah umum dari Prof. Abdul Mu’ti M.Ed, yang menjelaskan bahwa perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan (AI) telah menghadirkan transformasi besar di berbagai sektor kehidupan, termasuk dunia kerja dan pendidikan. Kemampuan AI dan robot untuk bekerja tanpa lelah dengan tingkat presisi tinggi menjadikan banyak proses menjadi lebih efisien dan produktif. Kemajuan ini berdampak pada hilangnya sejumlah jenis pekerjaan tapi juga melahirkan banyak pekerjaan baru yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.

Baca Juga :  Jelang Pilkada Kabupaten Bekasi Semakin Memanas, Tiga Parpol Deklarasikan Koalisi Untuk Pilkada 2024

Dalam bidang pendidikan, tantangan juga tak kalah kompleks. Di era digital ini, kebiasaan membaca buku atau berkunjung ke perpustakaan semakin berkurang. Siswa cenderung mengandalkan pencarian cepat melalui internet. “Kini muncul istilah seperti professor download atau doctor download karena semua informasi seolah bisa didapat hanya dengan mengunduh. Padahal, hasilnya belum tentu akurat atau valid. Apalagi sekarang ini, banyak orang hanya ingin pembenaran, bukan kebenaran,” tambahnya.

Untuk menanggapi hal tersebut, Abdul Mu’ti menyebutkan bahwa pemerintah tengah merancang pengintegrasian AI dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah. AI direncanakan menjadi bagian dari mata pelajaran pilihan pada ajaran 2025/2026, bersanding kecakapan hidup abad ke-21 lainnya, seperti coding.

“Anak-anak kita perlu dikenalkan sejak dini kepada AI. Tapi untuk pelaksanaannya, (sekolah) yang siap saja yang melaksanakan,” ujar Abdul Mu’ti.

Menurutnya, mata pelajaran (mapel) berbasis teknologi informasi ini hanya akan diberlakukan di sekolah yang sudah memiliki sarana yang mumpuni.

“Karena, pada pelaksanaan kegiatannya, butuh alat-alat yang canggih, jaringan internet yang stabil, sedangkan kita ketahui, belum seluruh sekolah kita ini punya sarana itu,” kata Abdul Mu’ti.

Dari pemberlakuan mapel AI di jenjang SD ini nantinya, Abdul Mu’ti, berharap bisa menjadikan anak-anak di Indonesia memiliki kemampuan dan kecerdasan digital.

Selain pentingnya kemampuan dan kecerdasan digital, Abdul Mu’ti juga menjelaskan betapa pentingnya kreativitas untuk perkembangan inovasi di masa depan. Menurutnya, kreativitas adalah kunci dari lahirnya inovasi.

“Kreativitas mungkin tidak dapat diajarkan, tapi kita dapat menjadikan kreativitas sebagai kebiasaan. Kreativitas sering kali merupakan awal terbukanya lapangan kerja baru. Inilah saatnya untuk mengkombinasikan kreativitas dan juga keahlian dalam teknologi,” tegas Abdul Mu’ti.

Baca Juga :  Audiensi Ditjen Intram di Kota Jababeka Bahas Mobilitas dan Integrasi Transportasi

Abdul Mu’ti juga menegaskan bahwa kreativitas tidak hanyalah awal kelahiran berbagai gagasan dan kesempatan baru, tapi juga kunci untuk tetap menjadi relevan di dunia yang dikuasai oleh teknologi saat ini. Abdul Mu’ti menceritakan bahwa ada satu hal lain yang membedakan manusia dengan AI, yakni perasaan. Mungkin AI dapat menciptakan sebuah lagu, tapi lagu yang dibuat AI tidak dapat memiliki perasaan. Inilah perbedaan antara AI dan manusia, yang dapat mengerti perasaan seorang manusia adalah manusia lainnya.

Abdul Mu’ti pun mengingatkan bahwa kemampuan yang tidak dapat ditiru oleh AI adalah kunci penting untuk terus bertahan disaat AI mulai digunakan untuk segala hal. Hal inilah yang telah dilaksanakan oleh President University.

President University sudah mengerti betapa besar perubahan yang terjadi karena keberadaan AI. Hal inilah yang membuat President University tak hanya mendukung perkembangan akademik para mahasiswa, namun juga secara non-akademik seperti musik, olah raga, dan kemampuan non-akademik lainnya.

Meskipun perkembangan teknologi digital memiliki banyak fungsi, tapi dampak negatifnya tidak dapat dikesampingkan. Salah satu dampak yang sangat terlihat dan dikhawatirkan oleh masyarakat adalah fenomena Brain Rot. Menurut Abdul Mu’ti, satu-satunya cara untuk menangani fenomena ini adalah melalui pendidikan karakter dan juga mapel Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN).

Sebelum memberikan kuliah umum, Mendikdasmen juga menyempatkan diri mengunjungi SMA Presiden, sekolah berasrama dengan pendekatan semi militer di bawah naungan Yayasan Pendidikan President University. Abdul Mu’ti mengapresiasi fasilitas pendidikan yang disiapkan untuk membentuk karakter dan kompetensi siswa secara seimbang. Sehingga, bisa menghasilkan calon-calon pemimpin, termasuk di bidang militer dan kepolisian, bahkan perguruan tinggi negeri ternama di Indonesia. (**)

Berita Terkait

MBG Kecewakan Orang Tua Wali
Pemkab Bekasi Dukung Kolaborasi Lintas Daerah untuk Perkuat Pertumbuhan Ekonomi
Kabupaten Bekasi Menjadi Barometer Pertumbuhan Investasi di Indonesia
Audiensi Ditjen Intram di Kota Jababeka Bahas Mobilitas dan Integrasi Transportasi
Konsep Baru Jababeka Green Market Tawarkan Kenyamanan, Kebersihan dan Harga Terjangkau
Jababeka Mulai Bangun Bizpark Phase II di Kawasan CBD Cikarang
BobiBOS Bahan Bakar alternatif
Setetes Darah, Sejuta Harapan: Kisah di Balik Aksi Donor Darah WaterBoom Lippo Cikarang
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 24 Februari 2026 - 15:34 WIB

MBG Kecewakan Orang Tua Wali

Kamis, 4 Desember 2025 - 08:29 WIB

Pemkab Bekasi Dukung Kolaborasi Lintas Daerah untuk Perkuat Pertumbuhan Ekonomi

Kamis, 4 Desember 2025 - 08:25 WIB

Kabupaten Bekasi Menjadi Barometer Pertumbuhan Investasi di Indonesia

Selasa, 2 Desember 2025 - 08:31 WIB

Audiensi Ditjen Intram di Kota Jababeka Bahas Mobilitas dan Integrasi Transportasi

Senin, 1 Desember 2025 - 06:07 WIB

Konsep Baru Jababeka Green Market Tawarkan Kenyamanan, Kebersihan dan Harga Terjangkau

Rabu, 26 November 2025 - 08:04 WIB

Jababeka Mulai Bangun Bizpark Phase II di Kawasan CBD Cikarang

Minggu, 16 November 2025 - 09:37 WIB

BobiBOS Bahan Bakar alternatif

Senin, 3 November 2025 - 10:00 WIB

Setetes Darah, Sejuta Harapan: Kisah di Balik Aksi Donor Darah WaterBoom Lippo Cikarang

Berita Terbaru

Hukum & Politik

Sniper : Waspadai Narasi Miring yang Melemahkan Plt. Bupati Bekasi

Rabu, 18 Mar 2026 - 10:51 WIB

Keuangan

Urgensi Revisi UU ASN PPPK Jadi Korban

Senin, 16 Mar 2026 - 09:48 WIB