12 Pasar Tradisional baru 1 yang terdigitalisasi terkait kebocoran PAD dari Retribusi

- Redaksi

Jumat, 30 Mei 2025 - 10:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cikarang – jmpdnews.com – Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi mulai menerapkan pembayaran restribusi pasar secara non tunai. Upaya ini dilakukan agar pembayaran retribusi oleh para pedagang transparan karena masuk langsung ke kas daerah.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi, Gatot Purnomo mengatakan saat ini pembayaram retribusi dilakukan secara non tunai. Jika sebelumnya para pedagang membayar secara tunai kepada petugas dengan menggunakan karcis, kini pembayaran retribusi dapat dilakukan secara digital menggunakan aplikasi SIREPA atau Sistem Retribusi Pasar yang difasilitasi oleh Bank BJB.

“Jadi kami bekerjasama dgn BJB Cabang Cikarang selaku pemegang kas daerah, dimana pembiayaan pemenuhan sarana perangkat digitalisasi ini 100 persen dibiayai oleh Bank BJB,” kata Gatot Purnomo usai meluncurkan penarikan retribusi pasar secara non tunai dengan aplikasi SIREPA di Pasar Cibarusah, Rabu (02/09).

Baca Juga :  CSR: Napas Sosial yang Harus Dirasakan Masyarakat Bekasi

Dengan aplikasi ini, pembayaran retribusi akan dilakukan secara otomatis oleh pedagang sebagai wajib bayar retribusi dari rekening yang dimilikinya dan langsung masuk ke rekening kas daerah. Perubahan sistem ini diharapkan dapat meningkatkan Pendatan Asli Daerah sekaligus menekan potensi kebocoran penerimaan yang mungkin saja bisa terjadi.

“Alhamdulillah perubahan sistem pembayaran retribusi secara non tunai sudah dapat terwujud di Pasar Cibarusah. Selanjutnya target kami pada tahun 2024 semua pasar rakyat yang dikelola oleh Pemerintah Daerah akan menerapkan pemungutan retribusi secara digital,” ungkapnya.

Hingga saat ini, Pasar Cibarusah merupakan satu-satunya pasar di Kabupaten Bekasi yang telah menerapkan sistem pembayaran retribusi secara digital melalui aplikasi SIREPA (Sistem Retribusi Pasar). Aplikasi ini memungkinkan pembayaran retribusi dilakukan secara non-tunai, langsung dari rekening pedagang ke kas daerah, dengan tujuan meningkatkan transparansi dan mengurangi potensi kebocoran pendapatan asli daerah (PAD) .

Baca Juga :  Janji dan Keseriusan Komisi I Terkait Raperda Tata Kelola Air Tanah

Pemerintah Kabupaten Bekasi, melalui Dinas Perdagangan, berencana untuk memperluas penerapan sistem digital ini ke seluruh pasar rakyat yang dikelola oleh pemerintah daerah. Namun, implementasi lebih lanjut masih dalam tahap perencanaan dan sosialisasi, termasuk pendataan pedagang, pembukaan rekening bank, dan pembuatan barcode sebagai media pembayaran

Dengan demikian, saat ini baru 1 dari 12 pasar rakyat di Kabupaten Bekasi yang telah menerapkan sistem retribusi digital. Upaya digitalisasi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas dalam pengelolaan retribusi pasar di wilayah tersebut.

Penulis : Redaksi

Editor : Arjuna

Sumber Berita : Berita cikarang

Berita Terkait

Pemkab Bekasi Genjot PAD dari Sektor Limbah Logam Industri
CSR: Napas Sosial yang Harus Dirasakan Masyarakat Bekasi
Purbaya Di Kepung Tapi Tetap Lantang Menyerang
Saatnya Kabupaten Bekasi Bangun Ekonomi Rakyat, Bukan Hanya Industri
Data 81 Juta Pelanggan JNE Diduga Bocor, Pelaku Patok Harga Senilai Rp32 Juta
BEI Bidik 1.200 Perusahaan IPO pada 2029, Targetkan Valuasi Rp20 Ribu Triliun
Strategi Pengusaha Kripto Oscar Darmawan: Pilih Bitcoin untuk Keamanan Jangka Panjang
Janji dan Keseriusan Komisi I Terkait Raperda Tata Kelola Air Tanah
Berita ini 52 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 29 November 2025 - 19:45 WIB

Pemkab Bekasi Genjot PAD dari Sektor Limbah Logam Industri

Kamis, 23 Oktober 2025 - 07:51 WIB

CSR: Napas Sosial yang Harus Dirasakan Masyarakat Bekasi

Selasa, 14 Oktober 2025 - 06:08 WIB

Purbaya Di Kepung Tapi Tetap Lantang Menyerang

Senin, 29 September 2025 - 06:20 WIB

Saatnya Kabupaten Bekasi Bangun Ekonomi Rakyat, Bukan Hanya Industri

Kamis, 14 Agustus 2025 - 06:56 WIB

Data 81 Juta Pelanggan JNE Diduga Bocor, Pelaku Patok Harga Senilai Rp32 Juta

Selasa, 12 Agustus 2025 - 06:20 WIB

BEI Bidik 1.200 Perusahaan IPO pada 2029, Targetkan Valuasi Rp20 Ribu Triliun

Selasa, 12 Agustus 2025 - 01:37 WIB

Strategi Pengusaha Kripto Oscar Darmawan: Pilih Bitcoin untuk Keamanan Jangka Panjang

Minggu, 13 Juli 2025 - 08:11 WIB

Janji dan Keseriusan Komisi I Terkait Raperda Tata Kelola Air Tanah

Berita Terbaru

Hukum & Politik

Sniper : Waspadai Narasi Miring yang Melemahkan Plt. Bupati Bekasi

Rabu, 18 Mar 2026 - 10:51 WIB

Keuangan

Urgensi Revisi UU ASN PPPK Jadi Korban

Senin, 16 Mar 2026 - 09:48 WIB